Senin, 01 Februari 2010

4 Kepribadian Seseorang (personality plus)

  1. Yang pertama


  2. adalah golongan Sanguinis “Yang Populer”. Mereka ini cenderung ingin populer, ingin disenangi oleh orang lain. Hidupnya penuh dengan bunga warna-warni. Mereka senang sekali bicara tanpa bisa dihentikan. Gejolak emosinya bergelombang dan transparan. Pada suatu saat ia berteriak kegirangan, dan beberapa saat kemudian ia bisa jadi menangis tersedu-sedu.
    Namun orang-orang sanguinis ini sedikit agak pelupa, sulit berkonsentrasi, cenderung berpikir `pendek’, dan hidupnya serba tak beratur. Jika suatu kali anda lihat meja kerja pegawai anda cenderung berantakan, agaknya bisa jadi ia sanguinis. Kemungkinan besar ia pun kurang mampu berdisiplin dengan waktu, sering lupa pada janji apalagi bikin planning/rencana. Namun kalau disuruh melakukan sesuatu, ia akan dengan cepat mengiyakannya dan terlihat sepertinya betul-betul hal itu akan ia lakukan. Tapi percayalah, beberapa hari kemudian ia pasti tak melakukan apapun juga.
    Lain lagi dengan

  3. Tipe kedua,



  4. golongan melankolis, “Yang Sempurna”. Agak berseberangan dengan sang sanguinis. Cenderung serba teratur, rapi, terjadwal, tersusun sesuai pola. Umumnya mereka ini suka dengan fakta-fakta, data-data, angka-angka dan sering sekali memikirkan segalanya secara mendalam (lebih banyak diam). Dalam sebuah pertemuan, orang sanguinis selalu saja mendominasi pembicaraan, namun orang melankolis cenderung menganalisa, memikirkan, mempertimbangkan, lalu kalau bicara pastilah apa yang ia katakan betul-betul hasil yang telah ia pikirkan secara mendalam.
    Orang melankolis selalu ingin serba sempurna. Segala sesuatu ingin teratur. Karena itu jangan heran jika balita anda yang melankolis tak akan bisa tidur hanya gara-gara selimut yang membentangi tubuhnya belum tertata rapi. Dan jangan pula coba-coba mengubah isi lemari yang telah disusun istri melankolis anda, sebab betul-betul ia tata dengan rapi sekali, sehingga warnanya, jenisnya, klasifikasi pemakaiannya sudah ia perhitungkan dengan rapi. Ia akan dongkol sekali kalau susunan itu tiba-tiba berubah.


  5. Tipe Ketiga


  6. manusia Koleris, “Yang Kuat”. Mereka ini suka sekali mengatur orang, suka tunjuk-tunjuk atau perintah-perintah orang. Ia tak ingin ada penonton dalam aktivitasnya. Bahkan tamu pun bisa saja ia perintah melalukan sesuatu hal untuknya. Akibat sifatnya yang bossy seperti itu membuat koleris tak punya banyak teman. Orang-orang berusaha menghindar, menjauh agar tak jadi “korban” karakternya yang suka “ngatur” dan tak mau kalah.
    Orang koleris senang dengan tantangan, suka petualangan. Mereka punya kepribadian yang agak sombong dan merasa, “hanya sayalah yang bisa menyelesaikan segalanya”. Karena itu mereka memiliki “goal oriented”, sangat tegas, kuat, cepat dan tangkas dalam mengerjakan sesuatu.
    Baginya tak ada istilah tidak mungkin. Seorang wanita koleris, sangat mau dan berani menaiki tebing, memanjat pohon, bertarung ataupun memimpin peperangan. Kalau ia sudah kobarkan semangat “pastilah dilakukannya” maka hampir dapat dipastikan apa yang akan ia lakukan akan tercapai seperti yang ia katakan. Sebab ia tak mudah menyerah, tak mudah pula mengalah.
    Hal ini berbeda sekali dengan


  7. Tipe keempat:



  8. Sang Plagmatis seseorang yang memiliki sifat “Cinta Damai”. Kelompok ini tak suka terjadi konflik, karena itu disuruh apa saja ia mau lakukan, sekalipun ia sendiri tidak menyukai. Baginya kedamaian adalah segala-galanya. Jika timbul masalah atau pertengkaran, ia akan berusaha mencari solusi yang damai tanpa timbul pertengkaran. Ia rela sakit, asalkan masalahnya cepat selesai.
    Kaum plagmatis kurang bersemangat, kurang teratur dan serba dingin. Cenderung diam, kalem, kalau memecahkan masalah umumnya sangat menyenangkan. Dengan sabar ia mau jadi pendengar yang baik, tapi kalau disuruh untuk mengambil keputusan ia akan terus menunda-nunda. Kalau anda melihat ada sekelompok orang berkerumun mengelilingi satu orang yang asyik bicara terus-menerus, bisa jadi para pendengar yang berkerumun itu orang-orang plagmatis. Sedang yang bicara tentu saja sang Sanguinis.
    Kadang sedikit serba salah berurusan dengan para phlegmatis ini. Ibarat seperti keledai, “kalau didorong malah ngambek, tapi kalau dibiarin nggak jalan”. Jadi jika anda punya staf atau pegawai plagmatis, anda harus rajin memotivasinya sampai ia termotivasi sendiri oleh dirinya.

Tetaplah Melangkah

Mazmur 91:1-2
"Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa, akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 89; Lukas 10; 2 Raja-raja 22-23
Pernahkah Anda mengalami ketika sedang berada di jalan dan menuju suatu tempat ,tiba-tiba hujan turun? Saya pernah mengalaminya. Ketika itu saya sedang mau menuju gereja bersama dengan teman. Oleh karena dari tempat saya turun angkot sampai gereja harus dilalui dengan berjalan kaki, maka kami pun akhirnya berjalan.
Namun, di tengah perjalanan dan kami sedang mengobrol, air dari langit mulai turun rintik-rintik mengenai tubuh kami. Memang pada saat itu kami tahu, awan sedang mendung, tetapi kami tidak mengira bahwa hujan turun. Tak berapa lama kemudian hujan semakin deras dan terpaksa kami harus berteduh. Perjalanan kami menuju gereja pun berhenti sementara.
Dalam keadaan pakaian sedikit basah, kami berteduh sambil menunggu hujan benar-benar berhenti. Dan benar, sekitar 30 menit kemudian hujan berhenti. Kami pun melanjutkan perjalanan sampai akhirnya kami tiba juga di gereja. Pengalaman ini begitu membekas dalam hati saya dan setiap mengingatnya kehidupan rohani saya pun semakin bergairah di dalam Tuhan.
Dalam kehidupan ini, kita pasti menjumpai masalah demi masalah atau kondisi yang tidak mengenakkan. Seperti halnya hujan tadi yang dapat menghentikan langkah seseorang untuk menuju suatu tempat, masalah pun dapat menghentikan langkah kita. Namun, syukur kepada Allah karena Dia memberikan jalan keluar bagi kita agar bisa melewatinya.
Anda tidak perlu berlama-lama disibukkan dengan masalah yang sedang dihadapi saat ini, baik itu masalah di kantor, keluarga, sahabat, atau pasangan Anda sendiri. Allah yang hidup itu dan sekarang tinggal di dalam hati Anda, sudah memberikan jalan keluarnya. Oleh karenanya, tetaplah melangkah dan arahkan pandangan kepada Allah. Jangan biarkan iblis menang dan mengalihkan fokus Anda.
Cara terbaik untuk melihat apakah Tuhan tetap menyertai kehidupan kita adalah dengan tetap melangkah di dalam Tuhan.